Autosport Magazine official website | Members area : Register | Sign in

Kalah Start, Penjualan Honda Hybrid Baru 1 Juta

Tuesday, October 16, 2012

Honda Motor Co., Ltd. mengumumkan akumulasi penjualan mobil hybrid Honda di seluruh dunia telah melampaui angka 1 juta unit sampai akhir September 2012. Angka ini dicapai Honda dalam waktu 12 tahun 10 bulan dihitung dari penjualan Honda Insight generasi pertama di Jepang pada November 1999. Pada saat itu, Honda Insight menjadi mobil produksi massal dengan konsumsi bahan bakar bensin 35 liter per kilometer.

Sayangnya start penjualan hybrid Honda kalah dari pabrikan senegaranya, Toyota. Toyota memulai lebih dulu sejak Agustus 2007 melalui produk Toyota Coaster Hybrid EV dan Toyota Prius. Tak pelak, penjualannya pun terpaut jauh dengan angka 4 juta unit pada 30 April 2012.

Seperti diberitakan dalam laman resmi Honda, dalam mengembangkan konsep mobil hybrid, Honda mengembangkan mesin Integrated Motor Assist (IMA). Teknologi ini memanfaatkan fitur unik, ringan, dan kompak, sehingga bisa optimal.

Honda jug mengembangkan teknologi IMA untuk kendaraan sport hybrid dengan nama Super Handling All Wheel Drive (SH-AWD) untuk menghasilkan tenaga kuat dan efisiensi bahan bakar. Rencananya, teknologi ini akan diaplikasikan pada Honda NSX generasi terbaru, Honda Acura RLX, dan juga Honda Legend.

Pada Mei 2012 lalu, Honda mulai memproduksi Honda Acura ILX Hybrid di Amerika Serikat untuk pasar di luar Jepang dan diikuti dengan produksi Honda Jazz Hybrid di Thailand pada Juli 2012.

Sampai saat ini Honda telah menjual 8 model hybrid di 50 negara di seluruh dunia, di antaranya Honda Insight, Honda Civic Hybrid, Honda CR-Z, Honda Fit (Jazz) Hybrid, Honda Freed Hybrid, Honda Freed Spike Hybrid, dan Honda Fit Shuttle Hybrid.
(autosport-magazine.blogspot.com)
Penulis : Annd | Teks Editor : Annd | Foto : Photobucket

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk menghapus dan tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA