Autosport Magazine official website | Members area : Register | Sign in

Mendandani Mobil Kecil, Simple

Sunday, October 21, 2012

Apa mobil kecil pilihan Anda? Daihatsu Ayla, Toyota Agya, Honda Brio, Mitsubishi Mirage, Nissan March, Kia Picanto? Apapun pilihannya, prinsip dasar saat mendandaninya sama, keep it simple. “Tapi simpel itu sesuatu yang enggak simpel untuk dilakukan. Kalau mau menambahkan sesuatu di mobil kecil, itu harus simpel tapi tampilannya harus mendongkrak image-nya,” jelas Mark Widjaja, main desainer Daihatsu Ayla.

Mobil kecil dirancang sebagai kendaraan yang praktis, compact, ringkas. Kalau dandanan yang diaplikasi di tubuh kecilnya terlalu ramai atau banyak, bukannya cantik malah jadi crowded. Mobil jadi kelihatan makin kecil. Semakin sedikit ubahannya justru semakin baik, less is more.

“Kalau kita punya Audi A8, modifikasinya salah sedikit, masih enggak kelihatan. Tapi di mobil kecil, modifikasi salah dikit aja pasti kelihatan,” lanjut Mark. Nah, agar mobil mungil anda tetap cantik dan eye catching, simak sejumlah patokan 'dandan' berikut.

HINDARI KROM

Pelek merupakan aksesori penting. Aturan dasarnya, proporsional. Bodi kecil, sepatunya pun jangan terlalu besar. Dan hindari pelek krom. Gunakan warna-warna seperti silver, polish, hitam, putih, bronze. “Pelek krom kesannya seperti bolong. Pelek krom itu sifatnya seperti cermin, sangat sensitif terhadap bayangan. Refleksinya langsung hitam, menghilangkan volume mobil,” papar perancang mobil konsep, Daihatsu A-Concept.

Palang atau spoke biasanya jadi model paling populer dan aman. Pilih palang yang tipis agar tidak berkesan bulky alias gemuk. “Jangan pakai pelek ‘nutup’ atau ‘ngeblok’, jadi bulky dan kesannya numpuk. Pakai pelek jari-jari atau mesh aja,” tambah Pramanandana dari Auto Look, Joglo, Jakbar.

Enaknya pakai mobil kecil, bebas bermain-main dengan warna. Dari cat warna paling standar seperti hitam atau putih, atau warna-warna cerah seperti merah, orange, kuning, hijau dan sebagainya. Yang penting, jaga kualitas pengecatan, sehingga mobil tidak berkesan murahan.

Bagaimana dengan stiker? “Garisnya enggak boleh banyak-banyak, supaya mobil tetep enak dilihat. Seperti kita lihat muka orang, kalau dikasih macam-macam jadi enggak enak dilihatnya, menor,” tandas Mark.

Prinsip simpel ini juga berlaku pada desain body kit. Hindari model yang terlalu besar, banyak detail dan permukaan bergelombang. “Add on saja atau full bumper tapi jangan gondrong,” jelas Pramanandana, modifikator dan spesialis body repair yang akrab disapa Dana.

Jaga bodi mobil agar tetap singset, ringkas dan lincah. “Intinya jangan jadi ceper, desain simpel, jangan banyak tekukan. Capek ngeliatnya di mobil kecil,” lanjut pehobi modifikasi mobil dan model kit ini.

KABIN MONOKROMATIK

Sesuai prinsip dandanan simpel, interior paling pas untuk mobil kecil adalah monokromatik. Artinya, aplikasi warna-warna senada. Ini berlaku untuk semua bagian, jok, door trim sampai audio dan lampu-lampu.

Kulit atau pelapis jok, door trim dan lainnya, hindari warna-warna cerah dan mencolok. Pilih warna gelap, agar mendinginkan secara mental, tidak cepat stres. Seperti hitam, dark grey, merah yang ke arah biru.
Kaca film jangan pakai yang murahan untuk membantu pendinginan AC. Pilih yang non reflektif, kalau bisa hitam. Supaya mobil kesannya panjang. Kalau kaca reflektif, sementara di tengah ada pilar yang berwarna hitam, mobil jadi kesannya terpotong.

Hindari lampu-lampu yang bertolak belakang dengan illumination mobil, semua harus integrated. Pilih yang senada dengan lampu speedometer, biasanya dominan warna orange. Kalau begitu, pilih head unit yang warnanya juga senada.

Lampu kabin jangan terlalu kuat agar atmosfer lebih tenang dan membuat rileks. Paling aman, warm white.
Penulis : Annd | Teks Editor : Annd | Foto : Photobucket

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk menghapus dan tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA