Autosport Magazine official website | Members area : Register | Sign in

Rossi Bertekad Menebus Kesuramannya Di Ducati Bersama Yamaha

Tuesday, November 20, 2012


Sulit untuk menyatakan bahwa pembalap dengan sembilan gelar juara dunia balapan MotoGP butuh untuk membuktikan kemampuannya, tetapi Valentino Rossi tampaknya saat ini berada dalam posisi itu.

Pembalap asal Italia itu mencatatkan prestasinya menjadi sebuah legenda yang tidak terbantahkan dalam dunia olahraga motorsport sepanjang masa saat ia menyingkirkan rival-rivalnya menggunakan motor Honda, kemudian pindah ke tim Yamaha dan langsung menang pada motor yang tidak kompetitif sebelumnya saat ia belum menggunakan gaya menurunkan tumitnya saat memasuki tikungan.

Apakah semua itu diraih dengan mudah? Tidak, karena ia didukung tim yang handal dalam menyediakan seluruh bantuan teknis yang memungkinkan, Rossi meraih itu semua dan meraih kesuksesan dengan bakat hebatnya.

Benar atau salah, ia seperti mempunyai mukjizat yang dapat memenangkan balapan MotoGP dengan menggunakan apa pun, terutama jika didukung kru tim inti nya, yang dipimpin oleh mantan kru teknis Michael Doohan yaitu Jeremy Burgess.

Proyek Ducati, dengan mengkombinasikan sesama warga Italia kepada dunia, terbukti menjadi salah satu keputusan terburuk dalam sejarah balapan MotoGP. Yang membuat semua orang terkejut dengan hasil yang mengecewakan itu, termasuk Rossi.

Dua tahun kemudian, Casey Stoner mendapat pengakuan lebih akan bakatnya, tidak hanya apa yang dia capai bersama motor Honda di tahun pertamanya bergabung dan meraih gelar juara dunia balapan MotoGP, tetapi apa yang telah dicapainya bersama Ducati sebelum posisinya digantikan Valentino Rossi.

Usaha tanpa mengenal lelah dari tim Ducati MotoGP tampak tidak menemukan benang merah selama dua tahun terakhir untuk memperbaiki masalah understeer motor itu. Motor Ducati sering menjadi yang tercepat di lintasan lurus tetapi lambat dalam catatan waktu putaran dan membuat pembalap mereka yang sangat berpengalaman Rossi dan Hayden (keduanya adalah mantan juara dunia balapan MotoGP Champions Dunia) sering mengalami kecelakaan terlalu sering ketika memacu motor mereka.

Ducati mengeluarkan begitu banyak versi di balapan MotoGP musim 2011 sehingga pembalap mereka terkadang tidak mengetahui pasti versi apa yang mereka tunggangi. Sedangkan pada balapan MotoGP tahun 2012, tim tersebut mencoba pendekatan yang lebih konvensional dengan menggunakan frame motor berbasis aluminium seperti motor Jepang tetapi hal itu tampaknya belum berhasil.

Pada pertengahan musim 2011, Rossi, tampak terlihat tua. Dan keputusannya untuk pindah ke tim tersebut menjadi sebuah kesalahan besar.

Tetapi selepas seri Indy 2012 dirinya mengumumkan akan kembali ke tim Yamaha, Valentino Rossi tampak memiliki harapan lagi untuk mengakhiri karier.

MotoGP 2012 telah usai, Valentino Rossi dan rekan-rekan pembalap lain telah mempersiapkan diri menghadapi musim 2013. Sebanyak 14 pembalap telah menjalani sesi uji coba pra musim pertama di sirkuit Ricardo Tormo Valencia, Spanyol dengan menggunakan motor dengan gaya dan tongkrongan baru awal pekan ini, Selasa (13/11/2012).

Rossi menggunakan motor Yamaha YZR-M1 yang didominasi warna hitam dipadu dengan warna perak dan warna kuning kehijauan di beberapa bagian. Di tes ini, Rossi memakai motor yang sudah ditempel nomor balap 46.


Dan pada lap pertama di atas motor Yamaha M1 1000cc seusai balapan MotoGP Valencia pada hari Selasa minggu lalu, Rossi secara resmi telah kembali di tim Yamaha, yang telah terbukti mereka dapat kembali bekerjasama untuk menjadi kompetitif dengan motor yang mudah dikendalikan dan hubungan itu akan setidaknya berlangsung selama dua tahun ke depan minimal. Uji coba di Valencia dan Aragon sebetulnya berlangsung pada kondisi basah kuyup dilintasan tetapi tampaknya Rossi tidak ingin mengecewakan para wartawan yang menanti aksinya sehingga membuat penampilan perdana diatas motor Yamaha M1 lagi untuk publikasi kepada media.

Rossi sebetulnya tidak perlu meraih gelar juara dunia balapan MotoGP lagi ataupun melampau rekor Giacomo Agostini dengan memenangkan 122 Grand Prix. Dia berada di senja karirnya dan bukanlah seorang pembalap seperti beberapa tahun yang lalu. Bukan seorang pembalap yang berada di era keemasannya seperti halnya pada tahun 2010 saat dimana rekan satu timnya Jorge Lorenzo mulai tampil kuat di tim Yamaha.


Yang Rossi butuhkan adalah menjalankan musim balapan MotoGP yang kompetitif dan memenangkan beberapa balapan MotoGP untuk menempatkan masa-masa suram selama bersama Ducati. Sehingga ia dapat melupakan kinerja di Ducati selama dua tahun terakhir ini untuk menutup karir balapnya yang gemilang selama lebih dari satu dekade ini.

Sumber: speedtv
Penulis : Annd | Teks Editor : Annd | Foto : Photobucket

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk menghapus dan tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA